GUATEMALA – Tim penyelamat memeriksa lanskap penuh lava dan abu di Guatemala untuk mencari penyintas dan korban dari ledakan Volcan de Fuego atau Gunung Berapi Fuego yang terjadi pada Minggu. Sejauh ini sedikitnya 85 orang dikonfirmasi tewas dan sekira 200 orang dilaporkan masih hilang.
Gunung Berapi Fuego memuntahkan abu vulkanis dan lava pyroklastik ke kota-kota sekitarnya saat meletus pada Minggu menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Lapisan tebal debu panas dan batuan vulkanis mengubur desa kecil San Miguel Los Lotes yang berada di dekatnya hingga hanya atap rumah yang terlihat di permukaan.
BACA JUGA: Gunung Fuego di Guatemala Meletus Lagi, Petugas Bergerak Evakuasi Warga
Gunung itu kembali meletus pada Selasa, membuat regu penyelamat yang sedang bekerja mencair korban berlarian menyelamatkan diri dan memaksa dilakukannya evakuasi. Namun, pada Rabu, mereka telah kembali melakukan pencarian penyintas dan korban yang masih hilang.
“Kami hanya bisa bekerja di tempat di mana kami bisa berdiri di atap rumah ... karena abu sangat panas. Ada tempat-tempat di mana Anda memasukkan kapak atau batang ke dalam dan kita melihat banyak asap keluar dan api dan tidak mungkin terus menggali karena kita bisa mati, ” kata Diego Lorenzana, seorang anggota tim penyelamat berusia 25 tahun kepada Reuters, Kamis (7/6/2018).
Juru Bicara Departemen Pemadam Kebakaran, Cecilio Chacaj mengatakan, jasad dari sembilan korban berhasil ditemukan pada Rabu, termasuk seorang pria tua yang tewas karena luka bakar. Penemuan itu menambah jumlah korban tewas menjadi 85 orang.
BACA JUGA: Gunung Berapi di Guatemala Meletus Tewaskan Sedikitnya 25 Orang
Agen penanggulangan bencana nasional Guatemala, CONRED, mengatakan 1,7 juta orang telah terkena dampak letusan Gunung Berapi Fuego. Letusan itu merupakan yang terbesar dalam empat dekade terakhir dan memaksa lebih dari 12.000 untuk dievakuasi.
Gunung berapi Fuego adalah salah satu dari beberapa gunung berapi paling aktif di antara 34 di negara Amerika Tengah. Gunung setinggi 3,763 meter itu terletak di dekat kota kolonial Antigua, situs warisan dunia UNESCO yang telah selamat dari beberapa letusan besar.
(Rahman Asmardika)