GUATEMALA – Sedikitnya tujuh orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah Gunung Berapi Volcan de Fuego di Guatemala meletus, memuntahkan asap dan batuan setinggi 10 kilometer ke udara, memaksa eksodus massal dari desa yang terletak di dekatnya.
Dwartakan RT, Senin (4/6/2018), Koordinator Nasional untuk Penurunan Bencana di Guatemala (Conred) mengonfirmasi 25 orang, sebagian besar di Komunitas El Rodeo, tewas, sementara sedikitnya 20 lainnya terluka. Laporan lokal menyebutkan sekira 2.000 orang telah meninggalkan daerah itu.
Di antara korban tewas, dua di antaranya diketahui sebagai anak-anak yang tewas terbakar saat berdiri di jembatan dan menyaksikan letusan terjadi.
Setelah kembali aktif pada Minggu, Volcan de Fuego telah mengeluarkan aliran pyroclastic yang kuat ke daerah Barrancas de Cenizas, Mineral, Seca, Taniluya, Las Lajas and Barranca Honda. Ini adalah kedua kalinya Volcan de Fuego aktif pada tahun ini.
Conred mengatakan, gunung berapi itu memuntahkan asap dan batuan setinggi 10 kilometer ke udara residen letusan gunung kemudian terbawa sejauh 40 kilometer ke arah tiupan angin. Letusan itu juga menimbulkan getaran dan gelombang kejut yang dirasakan pada atap dan jendela bangunan yang terletak 20 kilometer jauhnya.
Pihak berwenang mendesak semua yang berada di dekat kawah untuk segera melakukan evakuasi. Bandara Internasional La Aurora juga telah menutup landasan pacunya sebagai tindakan kehati-hatian mengantipasi abu vulkanik dari letusan gunung tersebut.
Letusan terkuat yang tercatat dalam beberapa tahun itu sekarang mempengaruhi kota Antigua Guatemala, Alotenango, San Antonio Aguas Calientes, Santa Catarina Barahona, Ciudad Vieja, San Miguel Dueñas, Acatenango, San Andres Itzapa, Patzicia, Saragoza, Patzún dan Tecpán Guatemala. Sementara itu penduduk setempat membagikan foto dan video dramatis yang menunjukkan kolom abu besar mencapai ke langit.
(Rahman Asmardika)