"Sebenarnya, Abah (aku manggil ayah dengan abah) adalah penulis buku. Melihat buku-buku abahku (ada yang model komik juga), aku jadi tertarik bikin buku juga. Umik (Ibu) juga mendukung. Terus, kumpulan cerita tentang sekolah (waktu aku kelas 2) dan cerita di kompleks yang pernah ku susun dan dikumpulin. Om Eko (temannya Abah ku yang pintar melukis) membantu agar bukunya jadi bagus," papar Rayyan.
Rayyan juga menjelaskan karakter-karakter yang dibuatnya di dalam komik. Bahkan, kata dia, teman-teman se-permainannya dijadikan karakter di komiknya.
"Kalau dibuku petama, tokohnya teman sekolah dan teman kompleks. Ada Jasdo, Hilmi, Farhan, Syarif, dan lain-lain. Kalau dibuku kedua, tokohnya ada yang karangan aku sendiri ada yang ambil dari cerita dari buku lain. Seperti, Bumbleebee, Gorzan Steve, Zombie, Skeleton, Steven, King Shark, Mobil Robot, Clans dan Professor," katanya dengan jenaka.
Terakhir, Rayyan pun menjabarkan cerita yang suka ia bawakan dalam komiknya. Menurutnya, ide membuat cerita dalam komik terkadang muncul secara spontan. "Sesuai dengan keinginan atau ide yang mucul. Kadang tentang maen bola, kadang pertualangan, kadang horor, kadang robotik, kadang petempuran," tutup Rayyan yang bersemangat membuat komik ketiganya.
(Fiddy Anggriawan )