PADANG - Para pemudik yang melintasi Sumatera Barat tentu akan menempuh jalur Padang-Bukittinggi. Nah, bagi pemudik jalur tersebut adalah momok yang menakutkan karena rute berjarak sekira 100 kilometer tersebut akan ditempuh selam 8 jam saat mudik Lebaran.
Padalah jika dalam kondisi normal jalur Padang Bukittinggi hanya ditempuh sekira 2,5 jam saja. Sebagai salah satu jalur utama di Ranah Minang, sebenarnya sudah ada sejumlah jalan alternatif menuju kota yang dikenal dengan ikon Jam Gadang tersebut.
Salah satunya adalah jalur Sicincin-Malalak, atau bisa juga ditempuh dari Padang melewati Sitinjau Laut, terus ke Solok via Ombilin tembus ke Kabupaten Tanah Datar kemudian menuju Baso.
Namun, kuatnya daya tarik jalur Padang-Bukittinggi membuat para pengendara rela bermacet-macetan. Selain pemandangan yang elok, beragam kelezatan kuliner khas Minang hadir di sepanjang jalur yang sayang untuk dilewatkan.
Saat memasuki Lembah Anai yang merupakan kawasan cagar alam, pengendara akan dimanja oleh kesejukan pepohonan yang masih hijau hingga terdapat satu objek wisata yang cukup dikenal, yaitu air terjun Lembah Anai yang posisinya tepat berada di pinggir jalan.
Selepas dari Padang Panjang tepatnya di Koto Baru pemandangan Gunung Marapi dan Singgalang yang tepat berada di sisi kanan dan kiri jalan. Tak hanya itu, perjalanan ke Bukittinggi juga mengasyikkan karena kontur jalan yang lumayan menantang sarat akan tanjakan dan turunan hingga tikungan tajam.
Belum lagi, beragam kuliner yang tersaji di sepanjang jalan, seperti perkedel jagung di Lembah Anai, satai di Padang Panjang, beberapa rumah makan khas Minang, bika di Koto baru, hingga beragam camilan khas nan nikmat. Hadirnya beragam kuliner yang nikmat serta pemandangan yang rancak menjadi daya tarik jalur Padang-Bukittinggi di kalangan pemudik.
Apalagi, pada saat mudik ratusan ribu kendaraan para perantau dari luar Sumbar juga lalu-lalang sehingga jalanan kian sesak dan padat. Tidak hanya itu, Bukittinggi sebagai kota wisata juga menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk menghabiskan liburan Lebaran sehingga perjalanan ke kota itu makin ramai.
Popularitas Jam Gadang, Ngarai Sianok, hingga kuliner khas, seperti nasi kapau, itiak lado hijau telah menjadikan Bukittinggi sebagai pusat kunjungan.
Berdasarkan identifikasi yang dilakukan Polda Sumatera Barat terdapat empat sumber kemacetan pada jalur utama Padang menuju Bukittinggi yang selama ini selalu menjadi persoalan saat arus mudik Lebaran. Setidaknya ada 4 titik kemacetan di sana, yaitu Pasar Lubuk Alung, Kawasan Lembah Anai, Pasar Koto Baru, dan Pasar Padang Luar.