Klaim Menang di Pilpres Turki, Erdogan Harap Hasilnya Tidak Dicurangi

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Senin 25 Juni 2018 08:05 WIB
Para pendukung Recep Tayyip Erdogan di Pilpres Turki. (Foto: Getty Images)
Share :

Jika Erdogan menang, apa yang akan terjadi?

Dia akan memulai masa jabatannya yang kedua dengan supergesit.

Dulu jabatan presiden di Turki tak lebih dari jabatan seremonial. Namun, pada April 2017, 51 persen pemilih Turki mendukung konstitusi baru yang memberikan presiden sejumlah wewenang kuat.

Di antaranya:

- Menunjuk langsung pejabat publik di posisi penting, termasuk menteri dan wakil presiden

- Mencampuri sistem hukum

- Menerapkan status darurat

- Menghapus jabatan perdana menteri

Pihak pengkritik menuding Erdogan mencoba memerintah seorang diri, dan lawan politiknya menyebut kekuasaannya tidak akan mendatangkan perubahan.

Jika pilpres dan pemilihan umum legislatif sama-sama dimenangi Erdogan dan partai AK, lanskap politik Turki tidak akan banyak berubah.

Namun, jika hasilnya berbeda, ketidakstabilan politik dikhawatirkan bisa terjadi.

Sejak percobaan kudeta pada 2016, Turki telah mengalami masa sulit. Lebih dari 160.000 orang ditahan, menurut PBB, sebagai bagian dari upaya pembersihan pengaruh Fethullah Gulen —ulama yang dituding pemerintah Turki berada di balik upaya kudeta. Gulen sendiri membantah keterlibatan apa pun.

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya