BANDUNG - Calon gubernur Jawa Barat nomor urut satu Ridwan Kamil unggul dalam mayoritas hasil hitung cepat Pilgub Jawa Barat 2018. Ia pun menyampaikan pidatonya di lokasi quick count tim pemenangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Rabu (27/6/2018).
Pria yang akrab disapa Emil itu menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu upaya pemenangannya. Tapi, ia mengingatkan hasil saat ini belum hasil resmi dari penghitungan KPU.
Karena itu, ia meminta para pendukung, relawan, dan simpatisannya untuk tidak merayakan kemenangan dengan berlebihan, terutama di media sosial.
"Jangan melakukan komentar-komentar di medsos berlebihan, jangan mem-bully karena itu bukan akhlak pasangan Rindu. Kita kalem saja, kita syukuri dalam hati, kita ekspresikan kepada yang kita kenal saja," ujar Emil.
Sikap tenang menurutnya harus ditunjukan partai pengusung, relawan, dan simpatisan yang selama ini berjuang memenangkan pasangan Rindu.
"Saya titip, sebelum ada pengumuman resmi, kita mah slow-slow aja. Inilah akhlak yang kita lakukan selama kampanye. Kita tidak pernah melakukan black campaign, kita tidak pernah agresif dalam debat KPU, kita selalu menunjukkan kedewasaan," ungkapnya.
Emil mengatakan, hasil saat ini adalah hasil sementara. Kemenangan belum benar-benar diraih karena penghitungan versi KPU belum diumumkan secara resmi.
"Saya titip, mohon dikawal proses yang belum formal ini ke Kang Saan sebagai ketua tim pemenangan, memastikan tidak ada dinamika dalam hitungan jam atau hari ke depan. Karena bagaimana pun kita belum tahu reaksi atau penerimaan dari pihak-pihak lain yang berbeda yang menanggapi hasil di hari ini," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas mengawal pasangan Rindu belum selesai. Sebab, jika benar-benar menang, ada waktu lima tahun ke depan dimana Rindu harus bekerja membangun Jawa Barat.
"Ini baru 50 persen dari proses. 50 persen lagi mengawal pasangan Rindu ini untuk amanah, istiqomah, adil sampai akhir. Dikawal janji-janji yang mungkin terucap, komitmen, yang tersampaikan oleh mekanisme," ungkapnya.
Saat memimpin Jawa Barat nanti, Emil berjanji tidak akan membeda-bedakan seseorang. Ia juga tidak akan membedakan apakah warga Jawa Barat itu pendukungnya atau bukan. Sebab, gubernur adalah milik semua rakyat Jawa Barat.
"Tugas pemimpin ada dua. Satu, membuat tenang warganya. Dua, membuat kemudahan-kemudahan untuk masalah yang datang di hidup warganya," ucapnya.
Emil lalu mengungkap slogan Jabar Juara yang selalu didengungkannya selama kampanye. Menurutnya, slogan itu adalah untuk membawa Jawa Barat juara dalam berbagai hal, mulai dari pelayanan publik, parpol, infrastruktur, hingga masyarakatnya.
"Sampai suatu hari jika ada yang bertanya di mana provinsi yang jadi teladan dan percontohan, saya akan mengatakan, datanglah ke Provinsi Jawa Barat," tuturnya.
Di akhir pidatonya, Emil mengingatkan kepada warga untuk selalu memuliakan ibu. Ia pun mencontohkan dirinya saat ini adalah hasil didikan ibu yang luar biasa. Ia memuji ibunya yang selalu menanamkan banyak kebaikan dalam hidupnya.
"Kepada yang masih punya ibu, mari kita muliakan setiap harinya. Bagi anda yang seorang ibu, doakan anak-anaknya seperti doa ibu setiap hari, seperti kepada saya yang sampai menjadikan saya seperti hari ini," ajaknya.
Sementara setelah hari ini, Emil mengatakan akan membuat kegiatan lain dalam rangka menyambut kemenangan. Tapi, kegiatan akan dilakukan dalam suasana yang tidak formal.
(Rachmat Fahzry)