"Video yang mencerminkan kebejatan seksual ekstrem dan kekerasan yang mengerikan tidak ditemukan di komunitas kami dan setiap orang yang terlibat dalam perilaku seperti itu terancam kehilangan hak untuk berada di sini."
Melalui pernyataan di situs ABF, Mark menyatakan para pengunjung harus menyadari bahwa mereka secara konsisten memeriksa materi-materi terlarang, selain gambar-gambar yang melibatkan eksploitasi anak.
Pada Maret 2018, seorang pria Malaysia lainnya ditangkap di Bandara Internasional Melbourne karena ditemukan 900 foto maupun video pornografi di komputer jinjing dan telepon genggamnya.
Satuan Perbatasan Australia menyebutkan pria berusia 27 tahun tiba di Melbourne pada 25 Maret dari Kuala Lumpur.
(Hantoro)