Setelah saling serang itu, PBB mendesak semua pihak untuk menahan diri agar insiden itu tidak berubah menjadi perang terbuka.
Serangan militer pada Jumat malam merupakan insiden terbaru setelah terjadi demonstrasi dan bentrokan di perbatasan Gaza sejak Maret lalu yang telah menewaskan melihat setidaknya 149 orang Palestina.
Israel mengklaim serangan udara mereka berhasil menghancurkan 60 lokasi pertahanan Hamas, termasuk gudang pembuatan senjata hingga pesawat tak berawak.
Pasukan Hamas dan Israel telah terlibat setidaknya tiga perang sejak tahun 2008 dan yang terakhir pada 2014 lalu.
Israel telah memperketat blokade terhadap Gaza yang mengakibatkan wilayah itu mengalami kelumpuhan dalam beberapa pekan terakhir, menyusul serangan kelompok Hamas menggunakan layang-layang dan balon yang dibakar.
(Widi Agustian)