JAMBI - Sejak musibah kebakaran hutan dan lahan terjadi pada awal musim kemarau bulan Juli ini, Senin (30/7/2018) Kota Jambi sudah mulai diselimuti kabut asap tipis. Bahkan dalam rilisnya, BMKG Jambi jarak pandang di Kota Jambi mencapai 500 meter.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan dari para pemerhati lingkungan. Koordinator Simpul Jaringan Pantau Gambut Jambi Feri Irawan mengatakan, dengan adanya kabut asap tersebut bisa mengganggu aktivitas warga Kota Jambi dan sekitarnya.
"Apabila tidak terkendali kebakaran hutan dan lahannya, asap akan semakin banyak. Dampaknya pasti akan banyak penyakit bagi warga terutama ISPA," tegas Feri, Senin (30/7/2018).
Selanjutnya, Feri menilai, dengan kejadian adanya karhutla tahun ini, terbukti pemerintah melalui BRG (badan restorasi gambut) gagal. "Tidak ado gunanya dibentuk, sebaiknya bubarkan saja. Mending kasih gajinya ke warga saja, jangan jadikan warga hanya kerja, kerja, kegiatan ya tak jelas," tegasnya.