Sebut Perempuan Bercadar Bagai 'Kotak Surat,' Mantan Menlu Inggris Tolak Minta Maaf

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 08 Agustus 2018 18:09 WIB
Boris Johnson. (Foto: Reuters)
Share :

Dalam artikelnya di harian Daily Telegraph, Boris Johnson mengatakan cadar yang menutupi sepenuh wajah penuh tidak boleh dilarang, tetapi menurutnya memang tampak "konyol".

Perdana Menteri Theresa telah mendukung ketua Partai Konservatif, Brandon Lewis, yang menuntut Johnson meminta maaf. Perdana menteri mengatakan pernyataan itu "jelas menyinggung".

Lord Sheikh, mantan penasihat Perdana Menteri terdahulu, David Cameron, mengatakan kepada BBC Newsnight: "Ambil kewenangan dari dia (Boris Johnson). Kenapa tidak? Dia bukan manusia super, dia anggota partai. Ketua partai dan perdana menteri punya hak untuk bertindak.~

"Langkah (jika menindak Johnson) tidak berlebihan, dan itu hal yang ingin saya lihat."

Boris Johnson adalah seorang tokoh konservatif terkemuka. Ia pernah menjadi walikota London yang populer, dan telah lama dipandang sebagai kandidat potensial untuk kepemimpinan Partai Konservatif.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya