JAKARTA – Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pelibatan TNI dalam pendistribusian bantuan untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB dimasifkan. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menjangkau korban yang tinggal di area perbukitan.
Menurutnya, TNI bisa lebih diandalkan dalam melakukan penyaluran bantuan ke daerah-daerah terpencil.
“Agar bantuan bisa tersalurkan hingga titik posko pengungsian terpencil yang sulit terjangkau,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/8/2018).
Kendala yang dihadapi dalam penyaluran bantuan adalah dalam menjangkau korban yang tinggal di perbukitan, seperti di Kabupaten Lombok Utara. Kata Bambang, distribusi bantuan untuk Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang terkendala kondisi alam yang berbukit-bukit.
Pria yang akrab disapa Bamsoet itu pun menekankan perlunya koordinasi antara Kementerian Sosial (Kemensos), Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dan Lombok Utara serta pemda. Kemensos juga harus meningkatkan koordinasi dengan TNI dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Libatkan perangkat desa guna mengetahui kebutuhan-kebutuhan secara rinci dari setiap posko pengungsian agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran,” tuturnya.
Persoalan dapur umum, sambung Bamsoet, juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Lagi-lagi, menurutnya koordinasi antar-lembaga terkait agar terus ditingkatkan.
“Agar Kemensos bekerja sama dengan pemda, BPBD dan perangkat desa memperbanyak dapur umum,” pungkasnya.
Gempa berkekuatan 7 SR mengguncang Lombok, NTB pada Minggu 5 Agustus 2018 menyebabkan banyak korban tewas dan bangunan rusak. Data sementara yang diperoleh Okezone dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 426 orang meninggal, dengan rincian di Kabupaten Lombok Utara 374 orang, Lombok Barat 37 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 12 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Denpasar 2 orang.
Sementara korban luka tercatat 1.353 orang, di mana 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang. Kerugian materil dampak gempa tersebut mencapai Rp5,04 triliun.
(Awaludin)