JAKARTA - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) menjelaskan tentang mutu pendidikan di Indonesia. Ada empat mutu pendidikan yang bisa diperhatikan, agar bisa menunjang kesuksesan dilingkungan sekolahnya tersebut.
Direktur Jenderal (Dirjen) GTK Kemendikbud, Supriano mengatakan, mutu pendidikan itu, ada empat hal yang diperhatikan. Pertama kebijakan, artinya kebijakan secara nasional baik dari peringkat Provinsi atau tingkat Kabupaten atau kota.
"Kebijakan sangat menentukan, seperti kebijakan berkaitan dengan ujian nasional, kurikulum, USBN dan lain sebagainya. Di mana kebijakan tentang pendistribusian guru dan rekruitmen guru itu kebijakan yang mempengaruhi proses ketingkatan mutu," ujar Supriano di Jakarta, Jumat (17/8/2018).
Kedua, lanjut dia, mutu pendidikan yang bagus itu, tergantung leadership kepala sekolah, seperti transparansi, akuntabilitas dan hubungan ekosistem. Di mana hubungan antara guru kepada kepala sekolah, orang tua, siswa dan seluruh dilingkungan sekolah harus berjalan.
"Jadi, bagaimana sekolah bisa bagus itu dari kepimpinan kepala sekolah, kepala sekolah yang mempunyai kreativitas bagus dan inovatif bagus biasanya sekolah bagus. Inilah kenapa perlu adanya peningkatan menajemen di satuan pendidikan," ungkapnya.
Ia menjelaskan, mutu yang bagus ketiga itu, faktor infrastuktur sarana prasarana apakah, seperti berkaitan dengan ruang kelas, laboratorium dan lain sebagainya, sebab ini sangat mempengaruhi apalagi sekarang ini dunia tanpa batas.
"Artinya siswa bisa belajar tidak hanya bersumber dari guru dan buku yang ada. Tapi mereka belajar dari bermacam-macam sumber itulah sarana prasarana sangat membutuhkan," jelasnya.
Menurutnya, mutu pendidikan yang keempat yaitu, proses pembelajaran yang baik. Proses pembelajaran yang menyenangkan. Dan proses pembelajaran yang berinovasi dan kreativitas. Karena semua itu bisa mendorong anak-anak terbangun motivasinya.
"Jadi proses pembelajaran ini tergantung oleh kompetensi guru dan kecakapan guru, kemampuan guru. Maka itu kedepannya perlu adanya bagaimana proses pembelajaran yang lebih baik dan menyenangkan, bisa memotivasi membangun kreativitas," pungkasnya.
(Rizka Diputra)