Kepala Dinas Pariwisara Gayo Lues Syafruddin menjelaskan, pertunjukan Saman akan dikembangkan. “Selain tarian massal, nantinya ada juga pendirian Saman Centre. Ada juga workshop Saman bagi peserta perwakilan dari negara sahabat,” jelasnya.
Pada 2017 silam, Tari Saman berhasil memecahkan rekor. Dibawakan oleh 12.267 penari, Tari Saman pun masuk catatan rekor MURI. “Tari Saman ini telah menjadi warisan dunia. Saman juga sudah menjadi ikon harmoni di bumi. Yang jelas, sajian Tari Saman di GAMIFest 2018 ini akan digelar lebih bagus lagi. Kami harap agenda ini bisa memberikan kesan lebih bagi para wisatawan,” ujar Syafruddin lagi.
Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh, menilai Aceh sebagai daerah yang sangat kaya akan budaya.
“Tidak hanya kaya. Beberapa kebudayaan Aceh sudah sangat dikenal di dunia. Seperti Tari Saman, dan yang sukses menarik perhatian dunia saat pembukaan Asian Games lalu, Tari Ratoh Jaroe. Tidak hanya itu, Aceh juga terkenal dengan kulinernya. Sebab, Aceh kaya akan rempah-rempah. Makanya, datang ke Aceh saat GAMIFest 2018 digelar, adalah pilihan terbaik,” katanya.
Pujian diberikan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. “Penyelenggaraan GAMIFest 2018 tentu sangat bagus. Digelar dengan waktu panjang secara berurutan di empat kabupaten tentu bagus untuk branding. Semua wilayah mendapatkan peluang sama untuk maju,” tutup Menteri asal Banyuwangi tersebut.
(Hessy Trishandiani)