JAKARTA – Polisi sudah menindak atau menilang 21.281 kenderaan yang melanggar sistem ganjil-genap sejak kebijakan tersebut diperluas dalam rangka Asian Games 2018 mulai 1 Agustus 2018. Pelanggaran paling banyak ditemukan di kawasan Jakarta Timur.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan selain menindak 21.281 mobil, selama 26 hari pemberlakuan perluasan ganjil-genap sedikitnya 10.839 surat izin mengemudi (SIM) dan 10.442 STNK pelanggar disita petugas.
Dalam data diperoleh Okezone dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin (27/8/2018) menyebutkan bahwa pelanggaran paling tinggi terjadi di Jakarta Timur dengan 4.128 penindakan. Terendah di Jakarta Pusat yakni 2.409 penindakan.
Berdasarkan data evaluasi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek yang dihimpun sejak 2 Juli hingga 10 Agustus 2018 juga menunjukkan bahwa terjadi perubahan kecepatan kendaraan rata-rata naik sebesar 44,08 persen sejak diuji coba hingga penerapannya.
Jumlah kendaraan juga terjadi penurunan sebanyak 20,73 persen. Pada jalan-jalan yang diberlakukan ganjil-genap, hasil evaluasinya diklaim bahwa emisi karbon telah menurun sebesar 20,30 persen.
"Relatif cukup bagus dari beberapa indikator tadi," kata Budiyanto saat dikonfirmasi.
Perluasan ganjil-genap sendiri akan diberlakukan selama perhelatan Asian Games 2018. Polda Metro Jaya belum berencana mempermanenkan perluasan ganjil-genap.
(Salman Mardira)