WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Presiden Suriah, Bashar al Assad dan sekutunya Iran dan Rusia untuk tidak melakukan serangan yang sembrono ke Provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak. Trump mengatakan, serangan Suriah dapat menewaskan ratusan ribu orang.
“Presiden Bashar al-Assad dari Suriah tidak boleh menyerang Provinsi Idlib secara sembrono. Rusia dan Iran akan membuat kesalahan kemanusiaan besar untuk ambil bagian dalam tindakan yang berpotensi menjadi potensi tragedi kemanusiaan ini. Ratusan ribu orang bisa terbunuh. Jangan biarkan itu terjadi! ” demikian disampaikan Trump melalui tweet yang dilansir Reuters, Selasa (4/9/2018).
BACA JUGA: Rusia: Pihak Asing Akan Luncurkan Serangan Kimia di Suriah dalam Waktu Dekat
Provinsi Idlib yang terletak di utara Suriah dan wilayah sekitarnya adalah daerah terakhir yang dikuasai oleh pemberontak yang bertempur melawan Pemerintah Suriah. Sekira tiga juta jiwa tinggal di provinsi tersebut.
Pada Jumat, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo memperingatkan bahwa serangan ke Idlib dapat dipandang sebagai eskalasi dalam perang Suriah dan AS akan merespons penggunaan senjata kimia apa pun oleh Damaskus.
Sebelumnya Rusia telah memperingatkan bahwa akan ada rekayasa serangan kimia yang dilakukan ‘agen asing’ di Suriah.
BACA JUGA: Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Wilayah Idlib Suriah, Ada Apa Ya?
Iran telah meminta Suriah untuk ‘membersihkan’ para militan dan pemberontak dari Idlib menjelang rencana pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin Iran, Rusia dan Suriah di Teheran yang rencananya digelar pada 7 September mendatang.
Rencana serangan ke Idlib juga tampaknya mendapat persetujuan dari Turki yang selama ini memberikan bantuan kepada pasukan pemberontak anti-Assad. Turki telah bekerja sama dengan Rusia dan Iran dalam beberapa tahun terakhir dan menempatkan pasukannya di Idlib sebagai pengawas.
(Rahman Asmardika)