China dan Rusia Marah AS Memberikan Sanksi kepada Militer China

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Jum'at 21 September 2018 18:08 WIB
Ilustrasi Foto/Okezone
Share :

CHINA DAN RUSIA menunjukkan kemarahan kepada Amerika Serikat atas keputusannya memberikan sanksi kepada militer China setelah membeli jet dan sistem rudal dari Rusia.

China mengatakan Washington harus menarik sanksinya atau bakal "menanggung resikonya".

Sementara, Wakil menteri luar negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan AS "bermain api" dengan pernyataannya tersebut.

"Akan lebih baik bagi mereka untuk mengingat adanya konsep tentang stabilitas, yang sepertinya mereka remehkan dengan membuat ketegangan baru Rusia-AS," kata Sergei Ryabkov.

Pembelian jet tempur dan sistem rudal

Sebelumnya, Washington telah memberikan sanksi kepada militer China terkait pembelian pesawat tempur Rusia dan sistem rudal.

China baru-baru ini membeli 10 jet tempur Sukhoi Su-35 dan rudal S-400 dari Rusia.

Tindakan Cina dianggap AS sebagai pelanggaran terhadap keputusan sanksi yang ditimpakan kepada Moskow karena diduga ikut campur dalam pemilihan presiden AS.

Beijing menyatakan tidak pernah bergabung dalam sanksi yang diberikan AS dan sekutunya terhadap Moskow sejak 2014.

Militer China terlibat dalam latihan perang bersama Rusia yang digelar awal bulan ini.

Walaupun terus mengembangkan industri sistem persenjataan yang canggih, tetapi China tetap bersemangat membeli persenjataan canggih dari Rusia, terutama sistem pertahanan udara dan pesawat tempur.

Hubungan AS-Rusia memburuk dengan cepat setelah Moskow menguasasi Krimea dari Ukraina pada 2014.

Rusia juga diduga ikut campur dalam pemilihan presiden Amerika 2016 dan keterlibatan militernya dalam perang saudara di Suriah meningkatkan ketegangan tersebut.

Siapa terkena sanksi?

Departemen Pengembangan Peralatan China (EDD) dan pimpinannya, Li Shangfu, dikenai sanksi oleh AS terkait pembelian senjata dari otoritas pengadaan persenjataan Rusia, Rosoboronexport.

EDD dan Li dimasukkan dalam daftar hitam, yang berarti setiap aset yang mereka simpan di AS dibekukan dan warga AS "dilarang" melakukan bisnis dengan mereka.

Selanjutnya, EDD ditolak untuk mendapatkan lisensi ekspor dan dikeluarkan dari sistem keuangan Amerika.

Washington juga memasukkan 33 orang dan para pihak yang terkait dengan aktivitas militer dan intelijen Rusia.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya