Sebagaimana diketahui, Aldi hanyut ke lautan bebas setelah tali tambatan romping –sejenis rumah rakit– yang digunakan untuk menangkap ikan itu putus. Petugas Pangkalan Dua sempat melakukan tindakan penyelamatan kepada Aldi yang hanyut.
Namun, karena kencangnya angin selatan yang bertiup waktu itu ditambah dengan tinggi gelombang yang mencapai sekira 1 meter, membuat petugas penyelamat kesulitan menjangkau Aldi.
Aldi pun hanyut sampai Perairan Guam selama 49 hari, sebelum akhirnya ditemukan oleh kapal berbendera Panama. Aldi berhasil diselamatkan dan dibawa ke Osaka, Jepang.
Selama hanyut, Aldi bertahan selama seminggu dengan bahan makanan yang ada di atas rakit. Selebihnya, Aldi terpaksa memancing ikan untuk dimakan, minum dari air hujan yang ditampung, bahkan juga air asin yang diperasnya menggunakan kaus.
"Bahan makanan yang ada sejak pertama tali putus hanya bertahan seminggu, selanjutnya saya memancing ikan terus. Pernah makan ikan mentah, ikan bakar, ikan rebus," ujar Aldi.