"Ini bukan menakut-nakuti, ini hanya perhitungan dari ilmu Geologi. Ini penelitian tentang tsunami purba, dan siklusnya akan terulang, ini tahun-tahun yang memang harus diwaspadai, terutama oleh pemerintah. Penelitian ini justru untuk menekan jumlah korban dan kerugian agar tidak besar, karena ada persiapan," ungkapnya.
Penelitian akan pergerakan patahan bumi, jelas Jojo, akan jadi masukan pemerintah, agar melakukan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat terkait bencana yang terjadi, dan mempersiapkan segala sesuatunya sebelum bencana benar-benar datang.
"Gempa itu tidak membunuh tapi yang membunuh itu bangunan-bangunannya yang roboh. Jadi bagaimana pemerintah mengakali agar jika ada gempa besar bangunan tidak roboh. Ini juga harus jadi masukan pemerintah untuk melakukan pelatihan kepada masyarakat dan membuat rumah yang tahan akan gempa," ungkapnya.