MAKASSAR - Tim Basarnas menjelaskan, salah satu dari dua korban tewas yang ditemukan di Hotel Roa-Roa merupakan atlet paralayang asal Korea Selatan (Korsel).
Humas Kantor SAR Makassar, Hamsidar mengatakan, pihaknya menemukan dua korban sekira pukul 11.40 WITA. Salah satu sudah berhasil diidetifikasi bernama Fahmi, sedangkan korban yang kedua belum diketahui namanya tapi teridentifikasi sebagai atlet paralayang asal Korsel.
"Iya benar ada satu korban atas nama Fahmi dan satu atlet paralayang asal Korea namun belum diketahui namanya," kata Hamsidar saat dihubungi Okezone, Kamis (4/10/2018).
(Baca Juga: Basarnas Temukan 2 Jenazah Tanpa Identitas di Hotel Roa-Roa Palu)
Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI mengatakan bahwa masih ada seorang warga negara asing asal Korea Selatan yang masih belum diketemukan pasca bencana gempabumi dan tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah.
"Tercatat ada 120 warga negara asing (WNA) yang terdampak bencana di Sulawesi. Dari 120 tersebut, 119 sudah diketahui keberadaannya, sudah dikontak dan sudah berbicara dengan mereka," demikian disampaikan Juru Bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir dalam press briefing di Jakarta.
Arrmanatha mengatakan, sebagian besar dari WNA tersebut sudah tidak berada di Palu, kecuali satu atau dua orang yang masih berada di Palu atas permintaan mereka sendiri.
(Baca Juga: H+6 Gempa Bumi di Palu, Korban Jiwa Jadi 1.424 Orang)
"Ada satu warga Korea Selatan yang sampai saat ini belum bisa kita hubungi atau kontak. Tim SAR masih berupaya untuk mencari keberadaan dari WNA dari Korea Selatan tersebut."
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban tewas gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah telah mencapai 1.424. Korban luka-luka berat dilaporkan berjumlah 2.549 orang sementara 113 orang lainnya masih hilang.
(Fiddy Anggriawan )