JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) salah dalam melafalkan Alfatihah menjadi "Alfateka" saat membuka MTQ 2018 di Sumatera Utara. Alhasil, kesalahan pelafalan itu menuai kritik di media sosial.
Politisi Partai Golkar Nurson Wahid pun membela. Ia menerangkan, bahwa kesalahan pelafalan salah satu surat pendek dalam ayat suci Alquran tersebut lantaran Jokowi beretnis Jawa.
"Kalau memang logatnya orang Jawa ya memang begitu. Wong sampean bilang Asar nggak bisa (bisanya) ngashar kok. Iya kan, ngasar. Makan aja nggak bisa (bisanya) mangan," kata Nusron di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/10/2018).
Menurut Nusron, kesalahan pelafan Alfatihah itu terjadi murni karena Jokowi memiliki logat Jawa dalam berkomunikasi. Apalagi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memang banyak menghabiskan waktunya di Solo, Jawa Tengah.