Anjing Mirip Serigala Ditemukan di Daratan Tinggi Papua, Para Ahli Menjuluki 'Singing Dog'

Chanry Andrew S, Jurnalis
Sabtu 13 Oktober 2018 09:58 WIB
Para Peneliti di Papua dan Papua Barat Menemukan Spesies Anjing Mirip Serigala (foto: Ist)
Share :

MANOKWARI - Lebih dari tiga dasawarsa, para peneliti Universitas di Papua dan Papua Barat berhasil menemukan spesies anjing baru yang mirip seperti serigala. Spesies ini hidup di dataran di dataran tinggi Grasberg, area PT Freeport Indonesia, Papua.

Para peneliti memberi julukan kepada spesies anjing tersebut "Singing Dog". Anjing ini memiliki keunikan yaitu, tidak menggonggong, namun anijng tersebut kerap mengeluarkan suara lolongan panjang seperti sedang bernyanyi.

Para peneliti Universitas di Papua dan Papua Barat Menemukan spesies Anjing Mirip Serigala (foto: Ist) 

Spesies anjing tersebut ditemukan hidup di dataran tinggi sekitar 7 ribu meter di atas pernukaan laut. Penemuan spesies langka ini merupakan kerja dari para peneliti Universitas Cenderawasih Papua yang bekerja sama dengan New Guinea Highland Wild Dog Foundation. Mereka gigih menemukan spesies anjing yang diketahui hidup di dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Papua.

(Baca Juga: Lima Suku di Papua Sudah Punah, Ini Nama-namanya) 

Salah seorang peneliti dari Universitas Cenderawasih, Hendra Maury mengatakan, keberadaan anjing tersebut untuk pertama kalinya ditemukan dan dilihat secara kasat mata oleh seorang geologis berkembangsaan Amerika Serikat, Ronald Pecocz, dalam 'Ekspedisi Ronald Pecocz' di Papua pada 1980.

Para peneliti Universitas di Papua dan Papua Barat Menemukan spesies Anjing Mirip Serigala (foto: Ist) 

Anjing tersebut, menurut Hendra, terlihat seperti serigala, tapi uniknya tidak dapat menggonggong. Namun, anjing tersebut mampu mengeluarkan suara melolong panjang mirip serigala. "Kalau kita berpikir anjing pasti mengonggong. Kenapa dia dibilang 'Singing Dog' karena dia melolong," kata Hendra saat berbincang dengan Okezone, di Manokwari, kemarin.

Dia juga menjelaskan, dari hasil temuan tim peneliti ukuran tubuh anjing tersebut lebih besar dari ukuran tubuh anjing lokal di Papua pada umumnya. "Lihat perawakannya kekar sekali, tetapi ada prilaku-prilaku khusus yang ditunjukan. Mulai dari cara berinteraksi. Jadi berkomunikasi dengan anjing yang lain dengan cara melolong," lugasnya.

Penelitian Singing Dog, pertama kali dilakukan tim peneliti dari Universitas Negeri Papua bersama James Mcintyre, seorang peneliti dari New Guenia Highland Wild Dog Foundation di Amerika Serikat.

Para peneliti Universitas di Papua dan Papua Barat Menemukan spesies Anjing Mirip Serigala (foto: Ist) 

Para peneliti berhasil menangkap hidup-hidup anjing tersebut dan mengambil sampel DNA dari darah, rambut, dan jaringan kulit untuk diuji secara ilmiah melalui analisa genetik.

Penemuan spesies baru anjing dataran tinggi ini telah dipublikasikan di Internasional Conference on Biodiversity Ecotourism and Cretive Economy atau ICBE 2018 di kantor Gubernur Papua Barat. Habitat Singing Dog adalah dataran tinggi, minimal 3.000 meter di atas permukaan laut.

Hewan ini biasa hidup berkelompok yang terdiri dari empat ekor anjing. Pimpinan kelompok adalah anjing jantan, dengan tiga ekor betina. Oleh masyarakat asli Suku Amume dan Kamoro, anjing ini dianggap sebagai nenek moyang mereka.

Para peneliti Universitas di Papua dan Papua Barat Menemukan spesies Anjing Mirip Serigala (foto: Ist)

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya