Para peneliti berhasil menangkap hidup-hidup anjing tersebut dan mengambil sampel DNA dari darah, rambut, dan jaringan kulit untuk diuji secara ilmiah melalui analisa genetik.
Penemuan spesies baru anjing dataran tinggi ini telah dipublikasikan di Internasional Conference on Biodiversity Ecotourism and Cretive Economy atau ICBE 2018 di kantor Gubernur Papua Barat. Habitat Singing Dog adalah dataran tinggi, minimal 3.000 meter di atas permukaan laut.
Hewan ini biasa hidup berkelompok yang terdiri dari empat ekor anjing. Pimpinan kelompok adalah anjing jantan, dengan tiga ekor betina. Oleh masyarakat asli Suku Amume dan Kamoro, anjing ini dianggap sebagai nenek moyang mereka.
(Fiddy Anggriawan )