ANKARA – Warga Muslim di sebuah desa di barat Turki akhirnya mengetahui bahwa selama hampir empat dekade mereka telah salat menghadap arah yang salah. Kesalahan arah kiblat itu disebabkan oleh rancang lantai masjid dan baru diketahui baru-baru ini.
Imam Isa Kaya memutuskan untuk menyelidiki isu yang menyatakan bahwa para jamaah di masjid di Desa Sugoren yang dipimpinnya telah salat menghadapi ke arah yang salah. Dalam agama Islam, setiap Muslim harus salat menghadap ke arah kiblat di Makkah.
Setelah mengajukan permohonan ke kantor mufti regional, Imam Kaya terkejut saat mengetahui bahwa isu tersebut ternyata benar. Masjid yang dibangun pada 1981 itu ternyata memiliki kesalahan desain yang parah, karena ceruk di dinding masjid yang seharusnya menunjuk ke arah Makkah ternyata melenceng sebesar 30 derajat dari tujuannya.
Pejabat agama setempat telah memberikan solusi sementara untuk masalah ini dengan menggunakan garis putih di karpet masjid untuk menunjukkan arah kiblat yang benar.
“Kami telah menjelaskan situasinya kepada jamaah kami dan sebagian besar dari mereka telah bereaksi positif terhadap solusi kami,” demikian disampaikan Imam kaya sebagaimana dikutip Hurriyet yang dilansir RT, Sabtu (20/10/2018).
Solusi tersebut akan digunakan sementara waktu saat struktur masjid didesain ulang.
(Rahman Asmardika)