Keranjingan YouTuber
Fenomena vlogger atau YouTuber yang digandrungi generasi milenial menjadi ciri generasi muda yang kini semakin jeli melihat potensi untuk memanfaatkan platform demi menghasilkan karya video terbaik hingga mendapatkan pundi-pundi uang.
Berdasarkan laporan Viewsreviews, salah satu alasan yang mendasari munculnya fenomena vlogger ialah seseorang semakin merespon lebih banyak konten visual. Menurut Marcel Just dari Center for Cognitive Brain Imaging di Carnegie Mellon University, "memproses cetakan bukanlah sesuatu yang dibangun oleh otak manusia".
Ini tampak sesuai dengan penelitian lain yang mengatakan kemampuan manusia untuk mengingat informasi dari pembicaraan visual dan bergambar adalah 65% lebih tinggi daripada bentuk tertulis dan bentuk presentasi lainnya.
Ini menunjukkan bahwa konten visual seperti foto atau video di era digital saat ini menjadi hal yang digemari oleh individu. Sehingga, menjamurnya para vlogger di tengah ratusan juta para pengguna internet menjadi hal yang tidak bisa dihindari.
Fenomena vlogger atau YouTuber juga menunjukkan bahwa generasi muda di era digitalisasi saat ini mampu menghasilkan sebuah karya, memproduksi atau membuat video yang disaksikan oleh para pengguna internet di seluruh dunia.
Head of Consumer Marketing, Google Indonesia, Fibriyani Elastria mengatakan, saat ini kreator konten YouTube di Indonesia mencapai 122 ribu dari total 350 ribu di dunia. Jumlah tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang terbesar untuk vlogger atau YouTuber.
Fibriyani juga mengungkapkan, baik pemirsa maupun kreator konten lebih banyak datang dari generasi yang lebih muda atau milenial. "Rata-rata itu 18-35, tetapi bukan berarti tidak ada audiens atau content creator di atas itu. Misalnya mba Merry Riana atau kemarin di Jogja ada channel namanya Success Before 30 usianya sudah 40 tahun, bahkan subscriber-nya sudah sangat banyak," kata Fibriyani.
Pada 6 Oktober telah digelar event YouTube FanFest 2018. Kabarnya, acara ini telah diadakan di 12 negara. Melalui acara ini, diketahui jika pertumbuhan kreator YouTube kian meroket. Pada 2017, terdapat peningkatan dari sisi kreator 63 persen atau sekira 200 ribu kreator dalam satu tahun.
Di Indonesia, menurut Fibri ada sekira 85 “Gold Creator” pada tahun ini. Ini mengalami peningkatan yang pesat, di mana pada tahun lalu hanya ada sekira 17 “Gold Creator”. Predikat “Gold Creator” ini diperuntukan bagi mereka yang memiliki subscriber di atas 1 juta.