Jimly dan Ryamizard sama-sama enggan membuka nama-nama yang diusulkan tersebut, hanya memastikan tak ada Soeharto dan Gus Dur, dua mantan Presiden Indonesia yang dinilai kontroversi.
Ryamizard menolak membeberkan nama tersebut karena keputusannya ada di Presiden. “Bisa berkurang, bisa lebih, tidak boleh diumumkan dulu.”
Jimly menjelaskan bahwa Dewan Gelar hanya menyerahkan saja nama-nama ke Presiden untuk diberi gelar pahlawan nasional. Sementara yang mengusulkan adalah Kementerian Sosial kemudian diteliti oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).
“Terakhir diserahkan ke Dewan Gelar. Dewan Gelar kemudian lapor ke Presiden,” ujarnya.
Terkait dengan tidak masuknya Soeharto dan Gus Dur dalam usulan pahlawan nasional tahun ini, Jimly tidak mau berkomentar. “Tanya sama timnya,” tukas mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu.
(Salman Mardira)