“Ini sudah menjadi rangkaian mulai bengong, bohong, dan nyolong. Bengong misalnya waktu di sekolah dia tidak bisa konsentrasi. Setelah itu dia akan banyak alasan hingga berbohong, dan nyolong. Ambil-barang-barang untuk dijual agar punya uang untuk beli barang (pembalut atau narkotika),” bebernya.
Baca: Remaja di Jateng Coba Pembalut Rebus karena Ingin Merasakan Sensasi Nyabu
Baca: Efek Air Rebusan Pembalut Bikin Remaja di Jateng Halusinasi "Ngeri"
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, menambahkan, perilaku menyimpang remaja yang menjadi pecandu narkotika cenderung bertindak kriminal. Apalagi, bila pecandu tak memiliki banyak materi dan bukan dari keluarga berada.
“Minimal dia nyolong di keluarga, sudah banyak yang seperti itu. Saya menemukan fenomena di lapangan seperti itu. Kalau secara detail perilaku kriminal lainnya kita belum dapat datanya. Polisi yang lebih tahu,” tukasnya.
(Rachmat Fahzry)