Tak hanya Yana, cerita untuk Siliwangi masih tercatat dalam hati Gusdul, seorang bobotoh. Baginya, Siliwangi merupakan Stadion paling bersejarah untuk Persib dan bobotoh.
"Sejak saya kecil, tahu Persib dari Stadion Siliwangi. Diajak sama bapa saya ke stadion nonton Persib, sampai pergi sendiri tidak punya uang tidak punya tiket, bagaimana caranya pengen masuk ke stadion ingin menonton Persib," tutur Gusdul.
Masih diingat betul, kejadian di Siliwangi, yang membuatnya pernah kapok untuk mendatangi Siliwangi. Ia menuturkan, saat itu ia bersama dengan Panglima Viking Persib, almarhum Ayi Beutik, dipukuli aparat hanya karena menyalakan flare.
"Waktu itu dibawa ke Jalan Jawa (Polrestabes Bandung), disuruh nyanyi, jalan bebek, dipukulin sampai biru-biru, dan pulangnnya saya nangis sampai enggak mau ke Siliwangi lagi," katanya.
Masih banyak sejarah ataupun cerita bagi masing-masing yang pernah merasakan duduk di Stadion Siliwangi. Namun kini berbeda, bagi mereka-mereka yang punya cerita, Stadion Siliwangi, tertanam sebagai bagian sejarah dari hidup mereka, masing-masing.
Harapan, bagi Stadion Siliwangi yang telah menjadi rumah bagi sebagian orang, pasti banyak dicita-citakan oleh mereka. Namun yang pasti, Siliwangi bagi mereka, merupakan bagian hidup.
"Kita sudah melihat stadion-stadion di luar negeri yah, udah modern, yah harus lebih modern, yah lebih baik lagi dari penataannya, pengelolaannya, pokoknya harus lebih canggih lagi, jangan ketinggalan dengan stadion luar. Stadion Siliwangi, luar biasa," ungkap Gusdul.
"Kalau bisa mah di rawat yah, terus bisa buat latihan Persib. Nah tapi dari sisi lain, itu yang punya TNI. Jadi enggak bisa, jadi kalau perawatan mah menjadikan sejarah buat Persib, bahwa Persib itu besar pahit manis itu disana, di Siliwangi. Seharusnya, dari pihak Kodam ada ruangan untuk sejarah yang dukunya sparta menjadi Siliwangi. Terus legenda-legenda Persib itu pernah main disini, tim-tim luar negeri pernah main disini, kayak PSV, Hongkong, Jepang, Cina, pernah di sana main di Siliwangi. Seharusnya pihak Persib sama pihak TNI kerja sama untuk bikin museum buat ada cerita. Kalau menyebut Siliwangi berarti Persib," jelas Yana Umar.
"Siliwangi menjadi tempat yang bersejarah bagi Persib. Kalau bisa mah, dikelola kembali, agar dapat digunakan untuk digelarnya liga 1, sehingga menjadi alternatif tempat," jelas legenda Persib Djajang Nurjaman.
(Khafid Mardiyansyah)