Pertemuan ini ditujukan untuk menavigasi bisnis dan keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global, serta mengeksplorasi cara terbaik untuk memetakan dampak dari resesi ini dengan menciptakan ide segar dan solusi bagi pertumbuhan ekonomi dunia.
Hary melanjutkan, tadinya pada industri 3.0 teknologi merupakan pendukung dari bisnis konvensional. Sebagai contoh, bisnis ritel didukung oleh teknologi software logistik agar semua bisa bergerak cepat, ada inventory management system.
Namun, industri 4.0 merupakan tentang "replacement" bukan pendukung atau melengkapi. E-commerce menggantikan ritel. Suatu saat nanti bank akan menjadi digital, mengganti cabang-cabang, ATM dan lain sebagainya.
Melansir dari situs Private Wealth Institute, Hary didaulat menjadi pembicara yang membahas kewirausahaan. Sesi tersebut membahas inti dari kewirausahaan dan kesuksesan bisnis adalah menemukan kebutuhan atau peluang di pasar, kemudian mengisinya. Bagaimana memulai sebuah bisnis, bagaimana seorang pengusaha dituntut untuk memiliki komitmen, persistensi dan kemampuan beradaptasi.
Dalam sesi yang digelar 15 November 2018 waktu setempat, selain Hary tampil juga sebagai pembicara DR Kailash Katkar, Founder & CEO Quick Heal Technologies, India dan Wiktor Schmidt, Co-founder dan CEO Netguru dari Polandia.
(Khafid Mardiyansyah)