JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri akhirnya berhasil mengidentifikasi jenazah pilot Lion Air JT-610 asal India, Bhavye Suneja yang jatuh secara tragis di Perairan Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu. Bhavye dapat diidentifikasi setelah melewati waktu 24 hari.
"Jenazah atas nama Bhavye Suneja, laki-laki 31 tahun. Ini adalah jenazah pilot. Berhasil diidentifikasi melalui DNA," ungkap Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Brigjen Arthur Tampi dalam jumpa pers di RS Polri Raden Said Soekanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (23/11/2018).
Tak hanya itu, di hari terakhir proses identifikasi, setidaknya ada 16 korban yang berhasil diidentifikasi. Sehingga total terdapat 125 jasad korban dari kecelakaan tersebut yang berhasil diketahui identitasnya. Dengan rincian, pria sebanyak 89 dan perempuan 36 orang.
"Untuk kewarganegaraan rinciannya, WNI 123 korban dan WNA ada dua orang, berasal dari Italia dan India," ucap Arthur.
Padahal seperti diketahui, pesawat berlogo singa terbang itu membawa 189 penumpang, yang terdiri dari 178 orang dewasa, 1 orang anak, 2 bayi, dan 8 awak pesawat.
(Rizka Diputra)