"Ketika ia mencoba pulang, Sonia membelikannya pakaian dan hadiah yang mahal agar ia tidak punya alasan selain tinggal bersamanya,” tambahnya.
Dalam pengadilan juga disebutkan, Sonia telah mengirim pesan teks seksual kepada korban dan bahwa DNA-nya ditemukan di seprai di rumahnya.
Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan ke pengadilan, korban mengatakan dia merasa malu dengan apa yang terjadi dan merasa kehilangan hidupnya dalam dua tahun terakhir.
"Mimpi saya hancur dan dihilangkan dari saya ... dan sekarang bisa melihat bagaimana saya benar-benar dimanfaatkan," katanya.
(Fakhri Rezy)