Ia tidak khawatir dengan strategi pemindahan markas dari kubu Prabowo-Sandi itu. Apalagi, sambung Pramono, semua lembaga survei telah merilis hasil surveinya dengan keunggulan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Sebenarnya dari seluruh survei yang ada menampakkan hasil yang relatif flat. Walaupun berjalan hampir dua bulan, perbedaannya flat. Maka dengan demikian, belum ada dalam kampanye pilpres ini mengalami element of surprise yang berubah suara pemilih," terang Pramono.
Menurut dia, pemindahan markas pemenangan Prabowo-Sandi ke Solo merupakan sebuah langkah yang baik. Ia melanjutkan, sistem pemilihan dengan satu orang untuk satu suara seharusnya memperhitungkan semua wilayah sebagai basis suara.
"Sebenarnya karena pilpres itu kan one man one vote, semua orang diperhitungkan. Tidak hanya dipindahkan ke Solo karena jumlahnya pemilih secara keseluruhan. Sekali lagi, kami ingin apresiasi jika ini betul-betul pindah ke Solo," imbuhnya.