“Salah satu cara menggenjot elektabilitas memang di antaranya harus sering bertatap muka dengan masyarakat. Sehingga pindahnya posko ini juga potensi berdampak terhadap perolehan suara,” katanya.
(Baca Juga: Markas Prabowo-Sandi Pindah ke Solo, PDIP: Pak Djoko Bisa Pulang Kampung)
Dikatakan Arif, Pilkada 2017 lalu, setidaknya bisa menjadi referensi selisih perolehan suara kandidat yang di dukung Jokowi juga hanya selisih 3 juta suara. Artinya, jika ini bisa dikelola dengan memanfaatkan jejaring politik dalam Pilkada 2017 tidak mustahil Prabowo akan melonjak dukungan.
“Timses Jokowi saya kira tak bisa meremehkan terobosan politik ini. Jangan merasa Jateng sudah basis sehingga tidak memberikan respon terhadap strategi Prabowo tersebut,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )