MAKASSAR - Menjadi seorang anggota Tentara Negara Indonesia (TNI) tidaklah mudah. Sebab, tugas yang diemban berhubungan dengan keselamatan bagi setiap warga negara. Tidak jarang, terkait tugasnya, para prajurit TNI dikirim hingga ke berbagai wilayah perbatasan bahkan sampai pelosok yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Mereka harus tinggal berbulan-bulan lamanya selama berada di sana dan jauh meninggalkan keluarga dan orang tua. Meski begitu, para prajurit akan bertemu keluarga baru di tempat tugasnya.
Salah satunya Pos Damar, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/Sbh merupakan salah satu Pos TNI yang berada di perbatasan Republik Indonesia - Republik Demokratik Timor Leste.
Pos Damar, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/Sbh Ini berjumlah 5 orang dikomandoi oleh Lettu Inf Andi Milzam yang ditugaskan secara khusus melakukan patroli patok dan keamanan negara.
Lettu Inf Andi Milzam mengatakan, Pos Damar, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/Sbh rutin melaksanakan patroli patok di wilayah perbatasan demi menjaga keutuhan wilayah Republik Indonesia.
Selain itu memiliki tugasnya mengawasi segala aktivitas berbau ilegal yang bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat di perbatasan Republik Indonesia - Republik Demokratik Timor Leste.
"Hal ini kami lakukan karena tugas kami untuk menjaga kedaulatan NKRI dan juga mengantisipasi apabila terdapat hal-hal ilegal lainnya. Seperti contoh pada saat kami mendapati percobaan penyelundupan BBM, langsung kami amankan kemudian kami laporkan ke Komando atas," kata Andi Milzam kepada Okezone, Kamis (13/12/2018)