Populasi China Berkurang untuk Pertama Kalinya dalam 70 Tahun Terakhir

Agregasi VOA, Jurnalis
Sabtu 05 Januari 2019 09:34 WIB
Foto: AFP.
Share :

Ren Zeping, kepala ekonom di perusahaan pengembang properti Evergrande Group, menulis catatan penelitian bahwa China sedang menuju "krisis demografis" karena pelonggaran kebijakan satu anak telah gagal mendorong angka kesuburan negara tersebut.

Krisis Penuaan

Melacak perubahan demografis China tidak mudah karena angka yang dipublikasikan oleh Biro Komisi Kesehatan dan Statistik tidak selalu akurat, menurut He Yafu, seorang ahli demografi independen di Provinsi Guangdong Selatan.

Tapi dia mengatakan perkiraan Yi tentang penurunan kelahiran anak pada 2018 kemungkinan benar.

Jumlah perempuan usia subur diperkirakan akan menurun lebih dari 39 persen selama dekade berikutnya dan kebijakan dua anak China tidak cukup untuk menopang angka kelahiran yang semakin menipis, tambahnya.

Yi berkata dia skeptis terhadap angka Biro Statistik Nasional, dan menuding organisasi tersebut “membesar-besarkan angka kelahiran” untuk menghitung keluarga yang mungkin belum meregistrasikan anak kedua, ketiga, dan keempat mereka.

Otoritas setempat yang ingin mendapatkan lebih banyak dana dari pemerintah pusat juga "kelebihan melaporkan" angka pendaftaran sekolah dan kelahiran di rumah sakit, ungkapnya.

Yi menambahkan bahwa biro statistik mungkin juga melaporkan angka kematian lebih kecil dari sebenarnya.

Pada 2016 Yi diundang untuk berbicara di Forum Boao di China barat daya, sebuah pertemuan tahunan dengan tokoh-tokoh penting termasuk politisi dan pebisnis – pada tahun yang sama Beijing mangumumkan akhir dari kebijakan pembatasan satu anak.

Yi kini mendorong pemerintah untuk membatalkan kebijakan pembatasan dua anak dan menawarkan lebih banyak dukungan, seperti cuti hamil yang lebih lama, dan keringanan pajak untuk orangtua.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya