"Tergantung kualitas artis. Kalau artis yang lahir dengan ide, kerja keras dan karya-karyanya diakui masyarakat, tidak akan mudah terjerumus," kata Sigit mengawali perbincangan dengan Okezone di Jakarta, Minggu (6/1/2019).
Namun, berbeda apa yang ditunjukkan VA dan AS. Menurut Sigit, artis yang justru lahir secara instan alias tidak merasakan pahit getir maupun jatuh bangunnya meniti karier keartisan, maka akan mudah terjerumus dalam bisnis esek-esek via online.
"Artis yang lahir dadakan atau instan, mudah tergiur ke situ (bisnis prostitusi-red). Intinya, setiap orang yang naik status harus ditopang tangga sosial, tangga ekonomi, pendidikan, kerja keras hingga seseorang meraih status tertentu mulai dari lower, middle, hingga elite," tandasnya.
Hingga kini, polisi belum menetapkan status hukum VA maupun AS. Sejauh ini, baru satu orang ditetapkan sebagai tersangka yakni mucikari VA dan AS. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam prostitusi online yang melibatkan para artis ini.
(Rizka Diputra)