Ke depannya Sulistio berharap, pemerintah daerah selaku pihak pengelola dapat lebih meningkatkan pelayanan dalam hal perawatan makam.
"Harapannya sih kalau soal biaya InsyaAllah kita siap, cuma untuk perawatan biar lebih baik aja, lebih ditingkatkan dan benar-benar dirawat aja," imbuhnya.
Sementara Nasir (40) salah seorang perawat makam di TPU Padurenan mengatakan, sehari-hari hanya bergantung pada hasil yang diperoleh dari sumbangan sukarela para peziarah yang datang.
"Saya sudah 7 bulan (bekerja), belum dapat gaji, masih magang. Kalau saya ngandelin dari ahli waris gini, orang ziarah ngasih Rp10-20 ribu," ujar pria warga Kaliabang Utara, Kota Bekasi itu.
(Baca Juga: Biaya Pemakaman di TPU Milik Pemkot Tangerang Sentuh Angka Jutaan Rupiah)