"Yang kedua, segmen tertentu dari pemilih, terutama yang rasional dan ideologis, akan terseret oleh kampanye PSI,” jelasnya.
Rudi mencontohkan, dalam isu penolakan terhadap poligami, PSI mendapat simpati dari banyak perempuan, kelompok liberal, kelas menengah terdidik, sebagian kaum moderat, dan anak-anak muda berpikiran progresif.
"Dalam survei kita ditemukan, mayoritas perempuan menentang poligami. Ini basis potensial untuk dukungan elektoral bagi PSI," paparnya.
Strategi agak mirip juga dipraktikkan oleh Partai Berkarya. Partai besutan Tommy Soeharto itu gencar dan terang-terangan mendefinisikan diri sebagai pewaris Orde Baru.
(Baca Juga : Pendukung Jokowi Paling Banyak Tolak Poligami Ketimbang Prabowo)