SURABAYA - Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, meninggalkan tugas sebagai pejabat negara selama 10 hari tanpa izin karena ingin menepi. Hal tersebut dilakukan disinyalir karena adanya tekanan politik.
Kabarnya ada titipan sosok Wakil Bupati yang baru setelah Arifin dilantik menjadi Bupati Trenggalek nanti. Usai ditinggal Emil Dardak sebagai Bupati saat ini lalu dilantik menjadi Wakil Gubernur Jatim berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Jatim.
Ketua PDIP Trenggalek Doding Rahmadi, menjelaskan Wakil Bupati Trenggalek bukan menghilang tapi menepi untuk mencari Inspirasi. Sosok Arifin merupakan seorang pemimpin pekerja keras dan peduli terhadap rakyatnya.
"Saya tahu betul dia masih menyelesaikan tugasnya terutama membantu rakyat miskin yang selama ini menjadi concern-nya. Semua laporan warga kurang mampu direspons cepat,” terang Doding Rahmadi, Selasa (22/1/2019).
Menurutnya, Arifin menepi diduga kuat karena ada tekanan politik terkait sosok Wakil Bupati baru setelah Arifin dilantik sebagai Bupati menggantikan Emil yang bakal menjadi Wagub Jatim. Di Trenggalek memang sedang ramai isu tekanan politik itu.
(Baca Juga: Kemendagri Dukung Gubernur Jatim Berikan Surat Teguran ke Wakil Bupati Trenggalek)
Sebab ada pihak yang memaksa Arifin menyetujui sosok wabup dan sekda baru. Padahal, mungkin Arifin kurang sreg dengan sosok-sosok itu. Karena Arifin perlu mencari sosok yang bisa diajak berlari membangun Trenggalek kedepan.
“Jadi Mas Ipin (Arifin) menepi, menenangkan diri, karena ingin lepas dari tekanan. Masalahnya ini Mas Ipin tidak mau berpolemik terbuka karena dia menghormati atasannya. Kami tahu semua, tapi nanti biar semua desain ini terbongkar sendiri,” paparnya.
Ia menambahkan, dirinya menyarankan Emil untuk lebih kalem dalam menyikapi sikap diam Arifin. Emil harus bisa memberi teladan komunikasi yang baik ke warganya, apalagi sebentar lagi dilantik sebagai Wagub Jatim.
(Khafid Mardiyansyah)