Kepala Dinas Pertanian Banten Agus Tauchid mengatakan, curah hujan tinggi mengakibatkan area persawahan tergenang air sehingga gagal panen atau puso. Hal ini terutama terjadi di daerah langganan banjir yakni di Kecamatan Pagelaran, Patia, Sobang, dan Padarincang.
"Yang pasti puso di daerah yang biasanya banjir. Dapat limpahan air hujan yang mengakibatkan sawah mengalami puso," kata Agus, Rabu 23 Januari 2019.
Dia menjelaskan, padi yang gagal panen baru berumur sekira satu bulan, sehingga para petani tidak terlalu merugi membeli pupuk.
"Tingkat kerugian petani belum begitu besar karena ongkos pupuk belum besar. Hanya sajak petani kehilangan jeda waktu tanam," ujarnya.