Solusi terbaik agar putra-putri kita tidak terjebak dalam penggunaan gawai yang salah lanjut Kak Seto, para orangtua bisa mengajak sang buah hati untuk belajar agama dengan memanfaatkan perangkat elektronik tersebut.
"Penggunaan gadget ini oleh anak-anak dengan cara yang seimbang dengan cara dikaitkan dengan norma-norma etika ajaran agama," ucapnya.
Selain itu, komunikasi yang baik antara orangtua dan anak lanjut Kak Seto, merupakan kunci paling utama agar sang buah hati tidak terjerumus pada penggunaan gadget yang menyimpang. Harus menciptakan suasana yang bersahabat, sehingga anak akan membuka diri dan berbagi keluh kesah kepada orangtua ataupun keluarga.
"Memposisikan anak sebagai sahabat atau teman. Jadi, penuh dengan persahabatan, ngobrol, berdiskusi sering dan sebagainya. Jadi, harus ada demokratisasi dalam pendidikan keluarga," kata dia.