Untuk diketahui, saat ini hanya ada sekira 43 juta warga Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan di sekolah atau perkuliahan atau sedang menjalani pendidikan formal. Sisanya, sekira 200 juta penduduk berada di luar bangku sekolah, entah sudah tamat sekolah atau sudah lulus, tetapi umumnya tidak gemar membaca. Sementara ilmu pengetahuan terus berkembang dan dunia informasi cepat berubah.
"Sumber dari pengetahuan adalah perpustakaan sebagai sarana untuk membangun budaya literasi, peradaban, dan sekaligus jendela pengetahuan. Negara kuat adalah negara yang manusianya unggul dan punya pengetahuan yang cukup," kata Bahtiar.
Dalam hal ini, Kemendagri akan memberi suport sepenuhnya untuk perpustakaan di Indonesia, yang tentu teknisnya dikomandani oleh Perpustakaan Nasional RI. Dan diharapkan perpustakan akan lebih tumbuh berkembang di Indonesia.
"Kemendagri sebagai pembina penyelenggaraan pemerintahan daerah mendorong pemerintah daerah dan DPRD memberikan dukungan untuk penguatan dan pelembagaan perpustakaan di daerah," kata Bahtiar.
Kemendagri dan Perpustakaan Nasional pun akan menjalin kerja sama. Selain itu, dilakukan juga penandatanganan kerja sama antara Perpustakaan Nasional RI dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
(Angkasa Yudhistira)