JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menilai kubu Prabowo-Sandiaga masih menyampaikan retrorika selama debat perdana Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Direktur Kominfo Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Marsma TNI (Purn) Dwi mengaku tidak heran dengan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyatakan Capres nomor 01 unggul dari paslon 02.
LSI Denny JA merilis hasil survei mengenai pasangan calon yang lebih unggul pada debat perdana Pilpres 2019. Hasilnya, 50% responden memilih pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin lebih unggul dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang memperoleh suara 35,4%.
Baca: Pleno MUI Hasilkan 8 Kesimpulan Terkait Pemilu 2019
Baca: Polemik Tabloid Indonesia Barokah, Timses Jokowi dan Prabowo Saling Tuding
"Pasti akan unggul pak Jokowi," kata Dwi kepada Okezone, Kamis (31/1/2019).
"Apa pun itu, semuanya sudah dilaksanakan (Jokowi). Dia sudah beliau kerja itu, sudah bisa jawab semuanya, kalau dari sebelah baru berangan-angan," lanjut dia.
Mengenai debat kedua Pilpres yang akan berlangsung pada Minggu 17 Februari 2019, salah satu isu yang akan dibahas energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam, Jokowi dan Prabowo akan satu panggung tanpa didampingi cawapres.
Khusus infrastruktur, ada beberapa dana yang digelontorkan pemeritnahan Jokowi berasal dari utang. Kata Dwi, selama utang dikelola dengan benar dan bermanfaat bagi masyarakat, tak jadi masalah.
"Masalah utang begini, kita ibaratkan saja kalau beli rumah, kalau cash (tunai-red) kan gak punya, ya kita mesti pinjam. Kita cicil yang penting kita bayar. Semua negara punya utang. Hanya yang jadi masalah uang utang itu tidak digunakan. sementara pemerintahan Jokowi digunakan sehingga dirasakan oleh masyarakat," paparnya.
(Rachmat Fahzry)