BEREDAR kabar penyakit stroke Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto kambuh. Sehingga, Prabowo tak bisa mengisi orasi politik dalam acara konsolidasi nasional Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kabar ini beredar luas melalui pesan berantai WhatsApp.
Hasil penelusuran Aribowo Sasmito, Co-Founder, Head of Fact Checker Committee di Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), ternyata informasi yang disebarkan tersebut adalah konten manipulasi. Di mana informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu.
(Baca Juga: Sedang Sakit, Prabowo Batal Hadiri Konsolidasi Nasional PKS)
"Foto yang digunakan adalah hasil suntingan, menggunakan foto yang sudah beredar sebelumnya," jelas Aribowo dalam debunk-nya di laman grup FB Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Senin (4/2/2019).
Dalam penyebaran foto tersebut, juga dilengkapi caption: Stroke Kambuh, Prabowo Batal Orasi Politik di Acara Fraksi PKS. "Intinya, pesan berantai yang diedarkan menggunakan foto hasil suntingan, menggunakan foto yang sudah beredar sebelumnya oleh media. Kemudian, ditambahkan narasi pelintiran untuk membangun premis yang salah berdasarkan foto hasil suntingan yang diedarkan," urainya.
Dalam debunk-nya, Aribowo juga melampirkan salah satu sumber foto asli yang pernah dimuat di media The Jakarta Post (https://bit.ly/2D8l6WE). Dengan judul: Prabowo will not create Islamic caliphate, says Christian brother.
(Fiddy Anggriawan )