“Saya sudah kontak Dekan FEB Unair dan beliau menegaskan FEB Unair tak memiliki hubungan apapun dengan pusat studi tersebut. Mereka telah mencatut nama besar Unair,” kata Teguh di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (6/2/2019).
Teguh mendesak, agar Pusat Studi Ekonomi Islam Internasional segera membatalkan acra tersebut. “Sungguh cara-cara yang mereka pakai tidak etis dan menodai dunia akademik,” tegasnya.
Sementara deklarator Komunitas Ksatria Airlangga Heru Hendratmoko di Jakarta juga mengaku kaget dengan beredarnya undangan tersebut.
“Saya semula mengira itu lembaga resmi Unair. Tapi setelah saya cek ke teman-teman di Surabaya, ternyata itu klaim sepihak. Saya kira sebaiknya Sandiaga Uno membatalkan saja kehadirannya di Surabaya, daripada malu karena pengundangnya bukan lembaga resmi Unair,” ujar Heru.