JAKARTA - Teka-teki kasus pembunuhan yang disertai mutilasi terhadap bos tekstil asal Bandung, Nuryanto dan rekannya Ai Munawaroh di Malaysia, masih belum terpecahkan. Mengingat, belum diketahui apa motif dan alasan pelaku tega menghabisi nyawa kedua orang itu dengan keji.
Untuk mengusut kematian itu, Polri salah satunya akan menggandeng PPATK untuk menelisik transaksi aliran keuangan dari Nuryanto. Pasalnya, kedua korban itu terbang ke Malaysia disinyalir untuk menagih hasil keuntungannya dari rekan bisnisnya.
"NCB Interpol Indonesia bekerjasama dengan NCB Kuala Lumpur dan PDRM untuk melakukan penelitian lebih dalam kepada korban dengan kerjasama dengan PPATK untuk lihat jalur transfer keuangan korban," kata Sekretaris National Central Bureau Interpol (NCB) Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri Brigjen Napoleon Bonaparte dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kamis (14/2/2019).