“Satu dari lima anak yang tinggal di daerah-daerah konflik. Angka ini lebih banyak dalam dua dekade terakhir,” kata CEO Save The Children International Helle Thorning-Schmidt, dalam sebuah pernyataan mengutip AFP via News24.
“Jumlah anak yang terbunuh atau cacat lebih dari tiga kali lipat. Dan kami melihat adanya peningkatan yang mengkhawatirkan,” katanya saat merilis laporan di Konferensi Keamanan yang diselenggarakan di Munich, Jerman.
Save The Children mengatakan, dalam sebuah penelitian dari Peace Research Institute Oslo menemukan bahwa 420 juta anak-anak tinggal di daerah terdampak konflik pada 2017.
Jumlah ini mewakili 18 persen dari semua anak di seluruh dunia dan naik 30 juta dari tahun sebelumnya.
Negara-negara yang masuk dalam daftar negara paling terdampak perang adalah Afganistan, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Iraq, Mali, Nigeria, Somalia, Sudan Selatan, Suriah dan Yaman.