nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PBB: Populasi di Bumi Akan Capai 9.7 Miliar Jiwa pada 2050

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 15:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 18 18 2067873 pbb-populasi-di-bumi-akan-capai-9-7-miliar-jiwa-pada-2050-7SiIIEL1Sk.jpg Foto: Reuters.

NEW YORK – Sebuah laporan yang dirilis PBB pada Senin, 17 Juni memperkirakan populasi bumi akan mencapai angka 9.7 miliar jiwa pada tahun 2050. Jumlah itu naik pesat dari populasi saat ini yang berada di angka 7.7 miliar jiwa dengan populasi di wilayah Sub-Sahara Afrika diperkirakan akan bertambah dua kali lipat.

Menurut laporan mengenai prospek populasi dunia yang dikeluarkan oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB, angka populasi di bumi dapat meningkat lagi sampai 11 miliar jiwa di tahun 2100.

Penelitian ini memberi gambaran tentang masa depan di mana segelintir negara mengalami kenaikan populasi seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat, sementara tingkat pertumbuhan global melambat di tengah menurunnya tingkat kesuburan.

Pada tahun 2050, lebih dari setengah angka pertumbuhan populasi dunia akan mengalami peningkatan di 9 negara seperti; India, Nigeria, Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Tanzania, Indonesia, Mesir, dan Amerika Serikat.

Sementara itu populasi di China akan menurun sebesar 2,2 persen, atau sekitar 31,4 juta jiwa pada tahun 2019 sampai 2050.

Karena menurunnya tingkat kesuburan, maka 27 negara akan mengalami penurunan populasi paling sedikit sebesar 1 persen dari populasi mereka sejak tahun 2010. Demikian diwartakan Channel News Asia, Selasa (18/6/2019).

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tingkat kematian akan melebihi angka kelahiran di negara-negara seperti Belarusia, Estonia, Jerman, Hungaria, Italia, Jepang, Rusia, Serbia, dan Ukraina. Namun, hal tersebut akan di imbangi dengan adanya kedatangan imigran.

Tingkat rata-rata kesuburan yang telah menurun dari angka 3,2 kelahiran untuk setiap wanita pada 1990 ke 2,5 pada 2019 diperkirakan akan kembali menurun hingga angka 2,2 di tahun 2050.

Angka tersebut mendekati jumlah minimal yaitu 2,1 kelahiran yang dibutuhkan untuk memastikan adanya pergantian generasi dan menghindari penurunan populasi jangka panjang tanpa adanya migrasi.

Laporan tersebut juga memperkirakan peningkatan usia harapan hidup masyarakat, termasuk negara miskin yang saat ini berada 7 tahun lebih pendek dari rata-rata global. Usia rata-rata harapan hidup diprediksi berada pada usia 77,1 pada tahun 2050, meningkat dari angka 64,2 tahun pada tahun 1990.

(Nico Wijaya)

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini