“Saya melihat ada rebranding dari Prabowo. Dari debat pertama sampai debat kedua sudah terlihat dia mau memperlihatkan the new Prabowo-nya, jadi yang selama ini dibilang Prabowo itu keras, tidak bisa mendengar orang lain, otoriter, semua itu jadi terbantahkan,” kata Dewi.
Dewi menduga, Prabowo tidak ingin situasi politik bangsa ini yang kian memanas akan semakin panas. “Sehingga dia tampak lebih bijak saat debat kedua,” ujarnya.
Perubahan itu tentu saja membuat banyak pendukungnya kecewa. “Namun debat kedua itu terasa terbalik, justru petahana menyerang penantang,” tutur Dewi Haroen.
Menurut Dewi, Prabowo juga banyak menyerang, hanya caranya berbeda. “Meskipun menyerang, namun semuanya dilakukan dengan senyuman, bahkan Prabowo tidak mau memperpanjang debat jika ternyata berbeda pandangan,” ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)