JAKARTA – Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau meningkat dalam dua hari terakhir. Pada Jumat 22 Februari kemarin, gunung api di Selat Sunda, Lampung itu dilanda 17 kali gempa. Sedangkan pada Kamis 21 Februari lalu hanya mengalami 10 kali gempa.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Sabtu (23/2/2019), menyebutkan kemarin Gunung Anak Krakatau mengalami 14 kali gempa vulkanik dalam dan tiga gempa embusan, berdasarkan rekaman seismograf.
“Tremor Menerus dengan amplitudo 1-11 mm, dominan 1 mm,” lapor PVMBG dalam website resminya.
Sementara sehari sebelumnya dilanda tujuh gempa embusan, satu kali gempa vulkanik dalam, satu gempa tektonik lokal dan satu gempa tremor.
Meski aktivitas gempanya naik, Gunung Anak Krakatau aktivitasnya masih dalam levei III atau Siaga, belum naik ke awas.
“Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati,” tulis PVMBG.
PVMBG merekomendasikan masyarakat atau wisatawan tidak mendekat dalam radius 5 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.
(Salman Mardira)