“Coba kita lihat pemerintah ada melakukan pelatihan enggak, ada kajian enggak. Nah ini menurut saya pemerintah belum menempatkan ini sebagai prioritas. Kalau menurut saya, masyarakat dengan pemerintah, masih di bawah 60,” kata dia.
“Karena saya melihat indikasinya dari perencanaannya sejauh apa, kemudian keuangannya, pelatihannya ada enggak. Pelatihan itu paling tidak sekali 6 bulan. Paling tidak,” kata dia lagi.
Angka kualifikasi tersebut pun sangat berbeda jauh dengan Jepang. Dia menyebutkan, kesiapsiagaan masyarakat Jepang terhadap bencana sudah mencapai 80-90 persen.
“Kalau di Jepang sekali sebulan itu ada (pelatihan). Kalau Jepang 80-90 persen, kita masih di bawah 60 persen. Tapi jangan pesimis, kita bisa melakukan berbagai kegiatan kesiapsiagaan, pelatihan-pelatihan dan simulasi-simulasi,” imbuhnya.
(Qur'anul Hidayat)